Indra Keenam Megawati Soekarnoputri jadi Penentu Tri Rismaharini terbang ke Jakarta

Post Image

Walikota Surabaya Tri Rismaharini akhir-akhir ini banyak mendapat dukungan untuk mencalonkan dirinya di Pilgub DKI 2017. Tetapi keputusan itu hanya ada di tangan seorang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang nantinya akan menentukan siapakah sosok yang diusung oleh partainya tersebut.

Ketua DPP PDIP Arteria Dahlan tidak berani mengira-ngira siapakah yang akan diusung oleh Megawati pada Pilgub DKI Februari mendatang. Ia menilai, Megawati mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh kader PDIP lainnya dalam memprediksi situasi politik.

“Ibu Mega dengan segala kelebihan yang tidak kita miliki, kalau saya bilang Bu Mega punya indera keenam, dalam posisi ini, kita semua mendegar dan melihat pendapat Bu Mega paling rasional,” ujar Arteria.Menurutnya, tidak ada satupun kader PDIP yang berani mempersoalkan tentang pilihan Megawati jika mengusung seseorang sebagai kepala daerah. Dia percaya bahwa pilihan Megawati merupakan yang terbaik bagi PDIP.

“Semua pilihannya orang enggak akan berdebat, bukan karena takut, tapi orang yakin rasionalitas dalam posisi ini kembali lagi dilihat Bu Mega,” tegasnya.

Dia tak ingin mengira-ngira kalau pada akhirnya nanti Risma yang akan dipilih dan diusung untuk melawan sosok calon incumbent Basuki T Purnama (Ahok). Anggota Komisi II DPR ini mempercayakan sepenuhnya kepada putri Soekarno itu. Di samping itu, dia tak yakin kalau Megawati akan pilih Ahok daripada Risma.

“Sederhaanya, Bu Mega akan lakukan yang terbaik sebisa mungkin untuk Jakarta, tapi belum tentu posisi Ahok,” ujar Arteria.

Dia yakin Megawati tak ingin tergesa-gesa dalam menentukan pilihan. Dia berharap publik mau bersabar dan percaya jika pilihan PDIP adalah yang terbaik buat warga Jakarta.

Disamping itu, Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, Megawati sedang menunggu momentum yang baik dan tepat untuk menetapkan siapa yang akan diusungnya nanti.

Baca juga: (Dimana Ada Presiden Jokowi, Selalu ada pula Megawati bagai buntut yang tak ingin ditinggal)

“Mega tunggu momentum yang pas. Mega ahli menentukan momentum yang tepat,” ujar Hendri Satrio selaku Pengamat Politik dari Universitas Paramadina.

Ia beranggapan, banyak penilaian yang sedang dipikirkan Megawati. Salah satunya adalah PDIP tak akan mau kehilangan DKI Jakarta begitu saja.

“Jakarta terlalu seksi bila dilepas PDIP, jadi Mega enggak ingin kalah di Jakarta. Sebetulnya saat ini semua calon dalam kondisi 0-0, karena belum ada yang pernah menang jadi gubernur di Jakarta,” tambah Hendri.

Dia menilai, tak hanya Risma yang memiliki peluang untuk diusung. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga dinilai memiliki peluang untuk bertarung melawan Ahok.

“PDIP punya banyak kader, Ganjar juga bagus,” katanya.

.

0 comments

User Avatar
Comments are loading Loading...

Report Post :)